Makin Mesra


Pulang sekolah Ester minta diantar Wawan utk ke mall beli sepatu. Masih memakai seragam mereka jalan2 bergandengan berkeliling mall lalu menuju counter sepatu . Beberapa lama mereka memilih milih sepatu

” ini bagus nggak sayang ” kata Ester menunjukkan sepatu warna hitam

” bagus, model baru tuh di coba aja say… ” kata Wawan penuh perhatian

Ester lalu duduk di kursi  yg disediakan di pojok counter utk mecoba sepatu yg mau dibeli. Kursi tersebut rendah dekat sekali dgn lantai maka Ester  duduk dgn menekuk kedua lututnya sehingga pahanya sedikit terangkat  karena roknya agak pendek

Intip

” harganya nggak terlalu mahal juga ” kata Ester sambil melepas sepatunya yg sebelah kanan, sedangkan Wawan berdiri memperhatikan

” yg penting coba dulu kalo cocok ambil, masalah harga gampang sayang” kata Wawan

Setelah sepatunya dilepas lalu Ester mencoba memakai sepatu yg dia pilih

” bagus nggak sayang ” tanyaEster sambil menggerak gerakkan kakinya memperhatikan sepatu tsb dari cermin yg diletakkan di lantai

Gerakan kaki Ester yg duduk dgn lutut tertekuk membuat himpitan pahanya melebar menampakkan celana dalamnya sedikit mengintip bila dilihat dari atas

” pas banget di kaki Ester nggak kesempitan “ Ester  masih memperhatikan dgn seksama sepatu di kakinya dari segala sisi tanpa menyadari kalo Wawan sedang memperhatikan pahanya yg semakin melebar karena dia menggerakkan kaki kanannya ke segala arah.

” iya.. bagus itu ” kata Wawan pura2 perhatian, padahal pandangan matanya tidak lepas dari selangkangan Ester

” ini aja ah ” kata Ester melepas sepatu tsb

” coba yg ini dulu sayang ” kata Wawan memberikan sepatu warna lain , dgn harapan Ester mencoba lagi dan dia bisa melihat celana dalam Ester lebih lama

” bantu pakaikan dong ” kata Ester manja menjulurkan kaki kanannya ke depan

“  ii ya sini aku bantuin ” kata Wawan gugup karena dari tadi dia memperhatikan paha Ester

Wawan lalu jongkok di depan Ester dan membantu melepas sepatu tsb sambil matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Ester

” Cleguks… ” Wawan menelan ludah karena kaki Ester yg kiri tetap tertekuk dan yg kanan selonjor membuat rok seragam Ester yg bawah tidak bisa menutupi selangkangannya

Paha Ester yg putih bersih dan mulus terpampang di depannya sampai ke celana dalamnya membuat Wawan agak gugup membuka sepatu Ester

Ester tersenyum nakal melihat Wawan melirik ke arah selangkangannya sambil menelan ludah

” aoww.. ” Ester sedikit menarik kakinya kegelian ketika jari2 Wawan yg membuka sepatunya tidak sengaja menggaruk telapak kakinya

” kenapa sayang ” tanya Wawan

” geli.. telapak kakinya kegaruk ” kata Ester manja

” hihihii.. sorry ” kata Wawan cengengesan lalu memakaikan sepatu yg td dipilihkan.

Sambil memakaikan sepatu kembali matanya melirik ke selangkangan Ester yg terbuka

Ester merapatkan pahanya sebentar lalu membukanya lagi utk menggoda Wawan

” Sayang, nafasmu kok jadi ngos ngosan gitu hihiiih ” goda Ester sambil tersenyum genit

” mmm… iiya.. abisnya itu  kurang lebar sih ” kata Wawan sambil matanya menunjuk ke arah selangkangan Ester

” eitt.. ih sayang ngintip ” kata Ester pelan merapatkan pahanya dan tangannya menekan roknya sambil tersenyum nakal

” hehhehe.. bukan ngintip, justru aku yg diintip ama yg di dalem rok itu ” bisik Wawan

” enak ajah … ” kata Ester mencubit lengan Wawan

” coba di lihat di kaca ” kata Wawan selesai mengikat sepatu Ester

” mmm… sama yg tadi bagus mana yah ” kata Ester memperhatikan sepatu di kakinya melalui kaca rendah di depannya

Gerakan kakinya sengaja agak  melebar membuat wawan yg jongkok di depannya blingsatan

” ya udah aku ambil yg ini aja ah, bukain dong sayang ” kata Ester semakin manja dan genit

Kembali tangan Wawan membantu membuka sepatu Ester dan kali ini dia tidak melirik lagi ke selangkangan Ester, namun langsung melihat sambil tersenyum nakal

Ester hanya tersenyum melihat tatapan nakal Wawan di selangkangannya, justru dia merasa horny melihat ekspresi Wawan memandang selangkangannya

Cukup lama Ester sengaja memberi pemandangan yg eksotik pada Wawan sambil kakinya bergerak gerak kecil utk menghilangkan grogi, sedangkan Wawan dgn tatapan penuh nafsu memandang paha putih mulus Ester sampai ke celana dalamnya sambil tersenyum nakal

” permisi ya dek ” tiba2 datang seorang ibu2 mau mencoba sepatu juga membuat mereka kaget

“ii..ii..iya silakan Bu ” jawab Ester gugup sambil membetulkan duduknya dan merapikan roknya, Wawan hanya tersenyum buru2 berdiri

Lalu mereka memanggil penjaga counter utk membungkus sepatu tsb dan mereka melanjutkan berjalan jalan

” eh.. mampir situ bentar sayang, mau liat2 BH ” ajak Ester ketika mereka melewati counter pakaian dalam wanita

Sebenarnya Wawan agak malu karena di counter tsb cukup banyak pembeli dan semua wanita, namun dia menurut saja

Sejenak Ester memilih milih BH yg ada di rak bagian belakang

” ini bagus nggak sayang ” tanya Ester memperlihatkan sebuah BH dari bahan kain yg berenda

” mmm..  ukuran sayang berapa ?? ” tanya Wawan

Sebelum menjawab Ester melihat sekeliling nampak pembeli yg lain jaraknya agak jauh

” ukur aja ndiri “ bisik Ester  memajukan dadanya sambil berlindung di belakang rak

” hhehehe bentaar ” kata Wawan sambil tersenyum utk menutupi gugupnya

Setelah melihat sekeliling Wawan menjulurkan tangannya ke arah dada  Ester

” akh.. ” tatapan mata dan senyum Ester begitu sensual dan nakal ketika telapak tangan Wawan menangkupi dadanya yg membusung lalu dgn pelan meremasnya

” mmm.. kira2 34 hehhee “  kata Wawan melepaskan remasan pada dada Ester takut ada yg melihat

” pinteerr.. hihihihii, ini aja ah ” kata Ester mengambil BH tersebut dan menyerahkan pada penjaga counter utk dibungkus

Setelah membayar belanjaannya di kasir, mereka lalu berkeliling lagi

” eh.. nonton yuk sayang ” ajak Wawan

” nonton?? tapi nanti kita pulangnya kesorean dong ” kata Ester

” nggak pa pa, bilang aja ada pelajaran tambahan trus bezuk teman di RS ” kata Wawan merangkul pundak Ester

” hihihiiiii… dasar tukang ngibul ” kata Ester memeluk pinggang Wawan

Mereka berjalan menuju ke teater 21 yg ada di mall tsb

Setelah membeli tiket dan membeli makanan dan minuman ringan, mereka memasuki gedung bioskop

Meski dapat tempat duduk di deretan tengah namun kanan kiri mereka kosong karena bioskop sepi. Beberapa pengunjung lain lebih suka memilih tempat duduk deretan belakang

” ihh.. AC nya dingin banget ” kata Ester merapatkan duduknya pada Wawan

” sini aku peluk sayang ” kata Wawan memeluk Ester

“ Jantung kamu kok kenceng banget sayang ” bisik Ester dalam dekapan Wawan

” Baru tahu yah??.. padahal udah dari tadi sayaaang, sejak aku diintip dari dalem rok tadi hehehe ” kata Wawan mengelus rambut Ester

” yeee… sayang yg ngintip kaleee ” bisik Ester manja

” sayang… pengen liat lagi ..” pinta Wawan memelas ditelinga Ester membuat Ester merinding kegelian

” hihiiiiii… ntar jantungmu makin berdetak kena serangan jantung ” bisik Ester tersenyum

” nggak pa pa, kalo pun aku harus mati aku akan mati dgn senyum damai memeluk sayang ” rayuan gombal Wawan membuat Ester tersanjung

Tiba2 lampu teater padam karena bioskop segera mulai

Wawan memeluk Ester makin erat sambil tangannya membelai rambut Ester, lalu turun membelai pipi dan bibir Ester

Ester pasrah dalam pelukan Wawan, dia merasakan kehangatan dan kedamaian dalam pelukan kekasihnya

” emmm.. ” desah ester ketika Wawan dgn lembut dan pelan mulai mencium bibirnya

Bibir mereka saling lumat dan saling sedot, lidah mereka saling jilat dan saling membelit sambil berpelukan di bawah cahaya film yg kadang terang kadang gelap

” aahhh.. ” Ester mendesah dan memeluk leher Wawan ketika tangan Wawan meremas payudaranya dibalik seragam

” sayang… kamu harum sekalii ” bisik Wawan sambil menjilati telinga  Ester

Ester hanya mendesah sambil menggeliat kegelian dan membusungkan dadanya agar payudaranya teremas lebih kuat oleh telapak tangan Wawan

Tangan ester menekan belakang kepala Wawan ke arah payudaranya yg semakin mebusung terbungkus seragam sekolahnya

Ketika wajah Wawan sampai di dadanya, sambil menggeliat membusungkan dada dia menekan kepala Wawan agar terbenam ke payudaranya

” euuhh.. ” Desah Wawan menikmati kemontokan dan kekenyalan payudara Ester yg menggesek wajahnya

Tangan Wawan tidak kalah agresif, disusupkan tangannya dari bawah baju seragam Ester lalu naik ke atas langsung menyusup dari bawah BH Ester dan meremas dgn kuat  payudara Ester

“aaachh” desah Ester membantu mengangkat baju seragamnya sampai atas dada

Ester semakin menggeliat dan memejamkan mata menikmati remasan Wawan di payudaranya sambil tangannya menahan agar bajunya tetap terangkat diatas dada.

Penonton yg lain di belakang mereka tidak memperhatikan karena asyik dgn pasangan masing2 atau asyik menonton film yg diputar

Wawan menggeser duduknya dari tempat duduk, kini dia bersimpuh di depan Ester yg duduk rendah selonjor sambil memegangi bajunya ke atas dan BHnya sudah acak2an, sejenak mereka saling bertatapan

” aaaahhh… ” Desah Ester meski agak keras namun tersamar oleh sound system teater yg sangat keras ketika dgn rakus mulut Wawan melumat puting payudaranya setelah menggusur BH Ester ke atas

Wawan melumat habis payudara kanan Ester sementara yg kiri di remas dan di pilin menggunakan tangan kiri Wawan

” euuh.. bentar sayang.. bentar ” bisik Ester menjauhkan kepala Wawan dari dadanya

Wawan memandang penuh nafsu ketika Ester melepas kaitan BHnya yg ada di depan lalu melepas kaitan talinya dan meyimpan BH tsb ke dalam tas nya

Dgn pandangan sayu dan senyum nakal yg samar2 dalam keremangan lampu bioskop , Ester duduk bersandar selonjor pasrah mengelus elus payudaranya menggoda Wawan

Wawan yg nafsunya sudah tinggi langsung menyerbu payudara montok Ester

” aacchh.. ” Desah Ester membusungkan dadanya ketika Wawan melumat dan meremas payudaranya dgn ganas dan kuat

Wawan menempatkan kaki Ester diantara selangkangannya dan menempelkan penisnya yg sudah menegang maksimal ke kaki Ester, dan Ester menyambut dgn menggesekkan kakinya pada penis Wawan

Tangan Ester mendekap kepala Wawan ke arah dadanya sambil menggeliat menggerakkan payudaranya agar semakin banyak yg dilahap Wawan

Wawan semakin kesetanan meremas, melumat, menyedot dan menggigit payudara Ester

Ester pun semakin dilanda birahi, ditekannya kepala Wawan dgn kuat semakin ke bawah ke arah selangkangannya yg di renggangkan lebar

Tangan Wawan sejenak mengelus paha Ester lalu menyingkap roknya sampai ke atas dan dibantu Ester dgn menahan ujung roknya agar tetap tersingkap menampakkan pahanya yg putih mulus meski dalam kegelapan

Setelah sejenak memandang selangkangan Ester yg terbungkus celana dalam, dgn terburu Wawan melumat vagina Ester dari luar celana dalamnya

” aaaaaaaaaccchhhhh… ” pekik Ester tertahan semakin melebarkan pahanya, dia merasakan hangat bibir Wawan yg basah melumat dgn ganas vaginanya

Tangan ester yg satu menarik ke samping celana dalamnya agar bibir Wawan bisa melumat langsung vaginanya tanpa halangan

terdengar suara berkecipak ketika bibir dan lidah Wawan beradu dgn vagina Ester yg telah basah licin oleh cairan vagina

” aaachh..kkkk ” Ester semakin menggeliat memajukan pinggulnya menyodorkan vaginanya agar terlumat dan tersedot lebih kuat oleh Wawan sambil tangannya menarik celana dalamnya semakin lebar ke samping

Wajah Wawan belepotan dgn cairan vagina Ester, nafasnya semakin memburu dan lumatannya semakin kuat sambil tangannya meremasi payudara Ester

Ester mengangkat pinggulnya menyongsong mulut Wawan yg melumat dgn ganas bibir vaginanya

” AAAaaaaaaaacck…aaakkcckkk ..aacchhhkk ” Ester terpekik tersendat sendat ketika gelombang birahi semakin melanda seluruh tubuhnya, pinggulnya terangkat  semakin maju menyodorkan vaginanya. Dan ketika sedotan dan lumatan Wawan tepat pada kelentitnya tubuh Ester mengejang berkali kali diiringi desahan panjang menyongsong orgasme yg menggelora

“aaahh.. huuuft..huuuftt.. ” Ester terkulai lemas di tempat duduk dgn nafas terengah engah dan mata terpejam

Wawan menciumi lembut vagina Ester dan membiarkan kekasihnya menikmati orgasme yg melanda hebat

Setelah beberapa lama Ester kembali tenang, Wawan duduk kembali dan memeluk Ester dgn lembut.

Dgn mesra dia membelai rambut Ester, sambil merapikan kembali baju seragam Ester

” aku sayang Ester ” bisik Wawan membelai Ester yg lemas

” emmm.. aku juga ” bisik Ester bersandar pasrah dalam dekapan Wawan

Tangan Wawan berpindah meremas lembut dan mengelus  tangan Ester, lalu dituntunnya tangan Ester ke arah penisnya yg membengkak memenuhi celananya

Ester menurut ketika tangan Wawan menuntun tangannya utk mengelus penis yg semakin meronta ronta tsb, bahkan Ester berinisiatif menurunkan resleuting Wawan

Wawan membantu mengendurkan ikat pinggangnya lalu mengeluarkan penisnya yg sudah berdiri tegak dari sarangnya

” akh..” pekik Wawan ketika dgn nakal Ester mencubit gemas kepala penisnya

” hhihihhiiii… ” Ester hanya cekikikan sambil menggenggam dan mengocok batang penis Wawan yg terasa hangat di telapak tangannya yg lembut

“eeuhh… ” Wawan semakin melenguh karena genggaman Ester pada penisnya semakin kuat sambil dikocok naik turun

Nafas Wawan makin ngos ngosan dan merem melek menikmati kelembutan telapak tangan Ester yg menggenggam dan mengocok penisnya

Birahi Wawan semakin menggebu, dgn agak memaksa dia menekan belakang kepala Ester ke arah selangkangannya

Sambil terus menggenggam dan mengocok penis Wawan, Ester menurunkan kepalanya ke arah penis Wawan

” aaarrrrgghhh…. ” Wawan menggeram meremasi rambut Ester ketika kepala penisnya terasa hangat dan nikmat dalam kuluman bibir Ester yg basah dan sensual

Ester memainkan lidahnya di kepala penis Wawan sedangkan batangnya dia genggam dgn kuat membuat nafsu Wawan semakin menggila

” eeuuhh ..aaarrghhhh ” geraman Wawan semakin keras sedangkan tangannya meremas payudara Ester yg menggantung di dalam baju tanpa BH dgn gemas

Karena nafsunya sudah dipermainkan Ester sejak dari counter sepatu tadi maka pertahanan Wawan tidak sanggup lagi menahan dorongan gejolak orgasme yg semakin kuat

Ester merasakan penis Wawan berdenyut denyut dalam genggaman tangannya

” aaaaarrrrgghhh..aaaaaaaarrrrhhh… ” diiringi geraman yg panjang, Wawan menyodokkan penisnya agar tenggelam lebih dalam kedalam mulut Ester dan disambut sedotan mulut Ester dgn kuat…  penisnya berdenyut denyut  memuncratkan sperma berkali kali

” ukhhs.. uhukss..uhuk..” Ester terbatuk karena mulutnya dipenuhi sperma Wawan, dia bermaksud melepas penis Wawan dari mulutnya namun Wawan menahan kepalanya maka Ester memuntahkan sperma tsb meleleh dari mulutnya membasahi seluruh penis Wawan

Sejenakseluruh tubuh Wawan mengejang hebat melepaskan orgasme yg menggelora, dan beberapa saat kemudian tubuh tsb lemas tak bertenaga bersandar dikursi

Setelah Wawan lemas, Ester segera melepaskan penis Wawan dari mulutnya, sejenak dia tersenyum memandang Wawan yg terengah engah lemas bersandar dikursi

Ester mengambil tisu dari tasnya, lalu membersihkan mulutnya dan juga membersihkan penis Wawan yg mulai lunglai

” aooww..” pekik Wawan ketika sambil mengelap sperma, Ester mencubit lagi kepala penisnya

” hihihiiii… ” Ester cekikikan sambil menimang penis Wawan yg perlahan lemas mengecil

Mereka kembali duduk berdampingan saling peluk dan diam menikmati udara AC yg begitu sejuk menerpa tubuh mereka yg lemas melepas sisa2 orgasme sambil menonton film yg hampir selesai………
.
Sumber : http://ikipiyeto.wordpress.com/

2 responses to “Makin Mesra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s